Jenis-Jenis Sistem Rem Berdasarkan Konstruksi

Secara umum, ada dua jenis konstruksi rem yang paling sering kita temui pada mobil maupun motor:

1. Rem Cakram (Disc Brake)

Rem Cakram
(sumber: https://blog.igloo.co.id/wp-content/uploads/2024/02/BrakeCaliper-ezgif.com-resize.jpg)


Rem ini menggunakan piringan (cakram) yang berputar bersama roda dan dijepit oleh kampas rem melalui caliper.

  • Kelebihan: Pendinginan lebih baik (terbuka), lebih responsif, dan mudah dalam perawatan.
  • Kekurangan: Kampas lebih cepat aus karena luas penampang gesek yang lebih kecil dibanding tromol.

2. Rem Tromol (Drum Brake)

Rem Tromol 
https://astraotoshop.com/asset/article-aop/Rem-Tromol-adalah_20240807.webp

Rem ini bekerja dengan cara menekan sepatu rem (brake shoe) ke arah luar menuju dinding bagian dalam tromol yang berbentuk tabung.
  • Kelebihan: Konstruksi tertutup (aman dari debu luar) dan memiliki daya pengereman yang kuat karena luas penampang gesek yang besar.

  • Kekurangan: Lebih cepat panas karena sirkulasi udara di dalam tromol terbatas.


Perbandingan: Rem Cakram vs Rem Tromol

FiturRem CakramRem Tromol
Media GesekPiringan (Disc)Tabung (Drum)
PendinginanSangat Baik (Terbuka)Kurang (Tertutup)
PerawatanMudah & CepatCukup Rumit
Aplikasi UmumRoda Depan (Mobil/Motor)Roda Belakang (Motor/Truk)




Jenis Sistem Rem Berdasarkan Penggerak

Bagaimana tenaga dari kaki kalian sampai ke roda? Itulah tugas sistem penggerak:

  • Rem Mekanik: Menggunakan kabel baja atau batang besi. Biasanya digunakan pada rem parkir (rem tangan) atau motor kecil zaman dulu.

  • Rem Hidrolik: Menggunakan cairan (minyak rem) untuk meneruskan tekanan. Hampir semua mobil modern menggunakan sistem ini karena penyaluran tenaganya yang merata dan kuat.

  • Rem Pneumatik (Rem Angin): Menggunakan udara bertekanan. Ini adalah standar wajib untuk kendaraan berat seperti bus dan truk besar.


Komponen Pendukung Keselamatan (ABS)

Di era modern, kita mengenal Anti-lock Braking System (ABS). Tanpa ABS, jika kalian mengerem mendadak, roda akan mengunci dan kendaraan akan meluncur tak terkendali. ABS bekerja dengan cara "memompa" rem secara otomatis ribuan kali per detik agar roda tidak mengunci, sehingga pengemudi tetap bisa menyetir (manuver) meski sedang mengerem keras.

Lebih baru Lebih lama